MAKALAH
HAKIKAT DIFUSI DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mandiri individu
Mata kuliah Difusi dan Inovasi Pembelajaran MTP-555
Disusun oleh :
FARIDAH RAHMAWATI
NIM : 55 2010 0254
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH
PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2011
KATA PENGANTAR
Ucapan syukur kepada Yang Maha Pemberi, senantiasa penulis desahkan atas segala nikmat yang mengalir tanpa henti. Nikmat sehat, nikmat iman, dan nikmat rizki adalah anugrah termahal yang mengantarkan penulis untuk bisa beraktivitas sebagai hamba-Nya. Atas anugerah itulah, makalah yang berjudul “Hakikat Difusi dan Inovasi Pembelajaran” ini, dapat terselesaikan.
Makalah ini sebagai salah satu tugas mandiri individu dalam Mata Kuliah Difusi dan Inovasi Pembelajaran MTP-555.
Makalah ini membahas tentang pengertian inovasi dan aplikasinya dalam pembelajaran, akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki maka dipaparkan dalam pembahasan sangatlah jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu mohon kritik dan saran dari yang terhormat Bapak dosen mata kuliah ini dan dari berbagai pihak untuk penulisan selanjutnya. Melalui tulisan ini pula saya ingin menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak terkait. Terima kasih khusus penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Sigit Wibowo selaku dosen mata kuliah ini.
Akhir kata, kebenaran hanya milik Allah SWT dan kesalahan semata-mata hanya milik kami.
Cianjur, Mei 2011
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Tujuan Penulisan.......................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 2
A. Hakikat Inovasi............................................................................ 2
B. Pengertian Difusi......................................................................... 3
C. Aplikasi Difusi Inovasi Dalam Pembelajaran.............................. 4
BAB III KESIMPULAN.................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetapi di segala bidang termasuk bidang pendidikan dan pembelajaran. Pembaharuan pendidikan diterapkan di dalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen sistem pendidikan termasuk dalam pembelajaran.
Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan secara umum
- Meningkatkan keprofesionalan dalam Penulisan makalah.
- Menambah wawasan keilmuan.
- Meningkatkan kinerja dalam pengembangan profesi.
- Memperoleh motivasi untuk selalu melakukan inovasi dalam dunia pembelajaran sesuai dengan jabatan yang diampu.
2. Tujuan secara khusus
Tujuan secara khusus penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas individu dalam mata kuliah Difusi dan Inovasi Pembelajaran kode mata kuliah MTP-555.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Inovasi
Kita sering mendengar istilah inovasi/pembaruan, namun apakah sebenarnya inovasi/pembaruan itu?
Memasuki milenium III, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berkembang sangat pesat. Ini ditandai dengan adanya kemajuan dan penemuan-penemuan baru di segala bidang. Misalnya kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi yang sangat menonjol sehingga menghasilkan penemuan baru di bidang komunikasi dan informasi tersebut. Contohnya komputer dengan sistem jaringan komunikasi internasional (internet), handphone, dan lain-lain. Kemajuan teknologi tersebut mengakibatkan adanya perubahan diberbagai bidang kehidupan, yaitu perubahan terhadap sarana kehidupan. Pola tingkah laku masyarakat, tata nilai, sistem pendidikan dan pranata sosial. Perubahan ini menuntut manusia untuk menciptakan, memanfaatkan dan mengembangkan lingkungannya bagi kesejahteraan hidupnya.
Segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia dan dirasakan sebagai hal yang baru oleh seseorang atau masyarakat sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupannya dikenal dengan istilah “inovasi”. Dalam kamus Bahasa inggris E. Echols. Inovasi (innovation) sebagai pembaruan atau perubahan secara baru. Untuk memperoleh wawasan saya, berikut ini akan diuraikan pengertian inovasi menurut berbagai pakar.
1. An Innovation is an idea for accomplishing some recognize social and in a new way or for a means of accomplishing some new social (Donald P. Ely, 1982, Seminar an Educational Change)
2. The term innovation is usually employed in three different contexts. In one contex, it is synonymous with invention : that is, it refers to a creative process where by two or more existing concepts or entities or combined in some novel way to produce a configuration not previously know by the person involved. A person or organization of the literature on creativity treats the term innovation in this fashion (Zaltman. Duncan, Holbek, 1973, page.7).
3. ..... is an idea, practice, or object that is perceived as new by an individual. It matters little, so for as human bahavior is concerned, wheather or not an idea is “objectively” new as measured by the lapse of time since its first use or discovery. The perceived newness of the idea for the individual determines his or her reaction to it. If the idea seems new to the individual, it is an innovation M. Rogers, 1983, page 11).
Dari beberapa pengertian inovasi di atas dapat kita lihat bahwa tidak terjadi perbedaan yang mendasar tentang pengertian inovasi antara satu dengan yang lain. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa inovasi merupakan suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, barang-barang, yang dapat diamati atau dirasakan sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat). Jadi, inovasi/pembaruan penemuan diadakan untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan.
B. Pengertian Difusi
Menurut Everett Rogers (1995) difusi adalah sebagai berikut : Diffusion as the process by which an innovation is adopted and gains acceptance by members of a certain community. A number of factors interact to influence the diffusion of an innovation. The four major factors that influence the diffusion process are the innovation it self, how information about the innovation is communicated, time, and the nature of the social system into which the innovation is being introduced.
Difusi diartikan sebagai proses suatu inovasi dikomunikasikan, diadopsi dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat tertentu. Difusi merupakan suatu proses mengkomunikasikan inovasi melalui suatu saluran dalam suatu rentang waktu diantara anggota suatu sistem sosial, termasuk sistem pendidikan. Melalui proses difusi tersebut, memungkinkan suatu inovasi diketahui oleh orang banyak dan dikomunikasikan sehingga menyebarluas dan akhirnya digunakan oleh masyarakat, Oleh karena itu, tujuan utama proses difusi adalah diadopsinya suatu inovasi oleh anggota sistem sosial tertentu. Anggota sistem sosial yaitu individu, kelompok informal, organisasi, dan atau subsistem (Rogers, 1995).
Jadi proses difusi terjadi karena ada pihak-pihak yang menginginkannya, atau secara sengaja merencanakan dan mengupayakannya terjadinya suatu perubahan. Dari definisi di atas dalam proses difusi terjadi interaksi antara empat komponen, yaitu : a) karakteristik inovasi itu sendiri; b) bagamana informasi tentang inovasi dikomunikasikan; c) waktu ; dan d) sifat sistem sosial di mana inovasi diperkenalkan.
C. Aplikasi Difusi Inovasi Dalam Pembelajaran
Pembelajaran merupakan salah satu cabang dari disiplin ilmu pendidikan yang berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam bidang pendidikan, teknologi telah memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran. Sebagian lembaga pendidikan telah mengadopsi teknologi untuk memfasilitasi dan memudahkan proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Namun, masih banyak juga lembaga pendidikan yang belum akrab dengan teknologi tersebut.
Ketidak akraban tersebut pada satu sisi dapat diduga sebagai akibat difusi teknologi yang tidak merata. Pada sisi lain, ada kemungkinan karena keterbatasan biaya dan sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan tersebut. Keberhasilan penyebaran atau difusi teknologi merupakan suatu inovasi yang dapat melembaga (institusionalisasi) dalam suatu masyarakat melalui peran agen pembaruan, sistem sosial dan organisasi.
Inovasi-inovasi dibidang pembelajaran, seperti pemanfaatan siaran radio, televisi, komputer, dan internet dengan berbagai jenis inovasi turunannya sudah pasti menuntut pendidik dan pesrta didik mampu mengubah dirinya menjadi pengguna teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang kreatif, sudah pasti kualitas proses pembelajarannya akan meningkat.
Contoh difusi inovasi yang paling sederhana dalam pembelajaran misalnya saja pada alat berhitung. Dahulu orang menggunakan jarinya atau kerikil sebagai alat menghitung, kemudian muncul simpoa yang digunakan untuk penambahan dan pengurangan. Simpoa mudah dibawa ke mana-mana. Bentuknya berupa kerangka kayu dengan manik-manik pada batang-batangnya. Perkembangan selanjutnya mulai ditemukan mesin hitung dan alat-alat bertenaga listrik yaitu kalkulator. Dengan alat tersebut, dapat menghitung jauh lebih cepat dan jarang salah.
BAB III
KESIMPULAN
Pembelajaran adalah suatu bidang inovasi dan perubahan dalam sistem pendidikan. Salah satu kawasan teknologi pembelajaran adalah pemanfaatan dengan salah satu kategorinya yaitu difusi inovasi. Studi tentang difusi (penyebaran) dan inovasi (pembaruan) pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran masyarakat. Difusi dan inovasi adalah pangkal terjadinya perubahan sosial (social change) yang merupakan inti pembangunan masyarakat. Masyarakat yang sedang membangun merasa berkepentingan dengan inovasi, penemuan baru, baik berupa gagasan, barang atau alat baru maupun tindakan.
Oleh karena difusi inovasi itu adalah merupakan suatu proses komunikasi ide, hal-hal yang praktis, metode, cara, barang-barang buatan manusia yang diamati atau dirasakan sebagai sesuatu yang baru yang selanjutnya diadopsi dan dimanfaatkan oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) dalam rentang waktu tertentu pula.
Contoh difusi inovasi yang paling sederhana dalam pembelajaran misalnya saja pada alat berhitung. Dahulu orang menggunakan jarinya atau kerikil sebagai alat menghitung, kemudian muncul simpoa yang digunakan untuk penambahan dan pengurangan. Simpoa mudah dibawa ke mana-mana. Bentuknya berupa kerangka kayu dengan manik-manik pada batang-batangnya. Perkembangan selanjutnya mulai ditemukan mesin hitung dan alat-alat bertenaga listrik yaitu kalkulator. Dengan alat tersebut, dapat menghitung jauh lebih cepat dan jarang salah.
DAFTAR PUSTAKA
Barbara, Seel B dan Richey C. (1994). Instructional Technology : The Definition and Domain of the field. Wasington DC : Association for Education Communication and Technology.
Bambang Warsita. (2008). Teknologi Pembelajaran dan aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Rogers, Everet M (1997). Communication of Innovation. London : Collier Macmiliian Publisher.
Bloger : faridahrahmawati.blogspot.com
Email : ramawatifaridah@yahoo.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar